| |
Kondisi Geografis | Pemerintahan | Kependudukan | Sosial | Pertanian
Infrastruktur dan Pemukiman | Industri | Pendapatan Regional
Sosial
4.1. Pendidikan
Komposisi penduduk berdasarkan tingkat pendidikan tahun 2008 menunjukkan bahwa penduduk dengan tingkat pendidikan SLTA berjumlah paling besar yaitu 29,22%. Penduduk dengan tingkat pendidikan perguruan tinggi (sarjana muda dan sarjana) juga cukup tinggi, yaitu 29,05%. Profil penduduk berdasarkan tingkat pendidikan cenderung mirip antar kecamatan, kecuali Setu. Pada kecamatan lain, tidak tercatat penduduk yang tidak lulus SD atau penduduk buta huruf (belum melek aksara) namun di Setu masih ada dengan angka sebesar 0,52%. Penduduk dengan tingkat pendidikan perguruan tinggi di kecamatan lain melebihi angka 29% namun di Setu hanya sebesar 15,10%
Jumlah total unit sekolah adalah sebesar 667 unit dengan rincian 236 sekolah negeri, 5 madrasah negeri, 292 sekolah swasta dan 134 madrasah swasta. Ruang kelas rusak SD negeri mencapai 213 ruang dari total ruang kelas SD negeri sebanyak 1.169 ruang atau 18,22%. Ruang kelas rusak SMP negeri mencapai 27 ruang dari total ruang kelas SMP negeri sebanyak 486 ruang atau 5,56%, sedangkan SMA negeri mencapai 17 ruang dari total 312 ruang atau 5,45%.
4.2. Kesehatan
Jumlah Balita yang ditimbang adalah sebanyak 82.098 orang. Dari jumlah tersebut, sebesar 92,70% dalam keadaan gizi baik, 0,37% gizi buruk, 5,18% gizi kurang dan 1,74% gizi lebih. Selain keadaan gizi balita, juga disajikan data terkait kondisi kesehatan ibu, kesehatan keluarga miskin, dan kesehatan orang lanjut usia.
Jumlah rumah sakit yang berada di Kota Tangerang Selatan ada 9 unit yang seluruhnya milik swasta karena Kota belum memiliki Rumah Sakit Umum Daerah (Kabupaten Tangerang Dalam Angka Tahun 2007/2008). Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) biasa berjumlah 10 unit, Puskesmas Dengan Tempat Perawatan (DTP) 1 unit, Puskesmas Pembantu 8 unit dan Puskesmas Keliling 10 unit. Selain itu juga terdapat Balai Pengobatan, Praktek Dokter dan Rumah Bersalin. (Dinas kesehatan Kota Tangerang Selatan.
Jumlah total pos pelayanan terpadu (Posyandu) berjumlah 771 unit yang terdiri dari Posyandu Pratama, Madya, Purnama dan Mandiri dengan 4.127 orang kader aktif. Selain itu juga terdapat 108 pos pembinaan terpadu (Posbindu) dengan 501 orang kader aktif.
4.3. Keluarga Berencana dan Kesejahteraan Keluarga
Petugas Keluarga Berencana (KB) berjumlah 48 orang yang terdiri dari 24 orang dokter dan 24 orang bidan. Selain petugas KB, juga terdapat institusi masyarakat dalam kegiatan KB. Jumlah peserta KB baru adalah sebesar 10.522 peserta atau 56,52% dari total perkiraan permintaan masyarakat (PPM) sedangkan jumlah peserta KB aktif adalah sebesar 120.081 peserta atau 63,37% dari total pasangan usia subur.
Panti sosial yang terdapat di Kota Tangerang Selatan adalah panti asuhan anak sejumlah 14 panti dan tresna werdha sejumlah 5 panti dan bina grahita sejumlah 1 panti. Potensi dan sumber daya kesejahteraan sosial di antaranya adalah tenaga kesejahteraan masyarakat, organisasi masyarakat, karang taruna dan panti sosial.
Berdasarkan tingkat kesejahteraan, jumlah keluarga dengan tingkat kesejahteraan Pra Sejahtera adalah sebesar 8.789 Keluarga atau 3,65% dari total 24.700 keluarga, sedangkan tingkat kesejahteraan KS I adalah sebesar 39.319 Keluarga atau 16,34%. Sisanya, yaitu sebanyak 192.592 Keluarga atau 80,01% adalah Keluarga Sejahtera Tahap II, Tahap III dan Tahap III Plus.
Berdasarkan validasi data Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dilakukan oleh BPS pada tahun 2008, jumlah rumah tangga penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kota Tangerang Selatan adalah sebanyak 19.104 RT. Jumlah penerima paling banyak di Pamulang yaitu sebanyak 5.963 rumah tangga, sedangkan paling sedikit di Ciputat Timur yaitu sebanyak 1.685 rumah tangga.
Dapat terjadi perbedaan angka antara masyarakat miskin dalam BLT dengan masyarakat miskin berdasarkan tingkat kesejahteraan BKKBN karena terdapat perbedaan kriteria dan kategori dalam penentuan kelompok masyarakat miskin. Rumah tangga penerima BLT ditentukan berdasarkan 14 variabel dan diklasifikasikan ke dalam 3 kategori yaitu Sangat Miskin, Miskin dan Mendekati Miskin. Tingkat kesejahteraan keluarga terbagi ke dalam 5 kategori yaitu Keluarga Pra Sejahtera, Sejahtera Tahap I, Sejahtera Tahap II, Tahap III dan Tahap III Plus.
Empat belas (14) variabel kemiskinan rumah tangga penerima BLT adalah sebagai berikut:
- Luas lantai tempat tinggal kurang dari 8 m2 per kapita
- Jenis lantai berupa tanah, bambu atau kayu murahan
- Dinding bangunan berupa bambu, rumbia, kayu kualitas rendah dan tembok tanpa plester
- Tidak memiliki fasilitas tempat buang air besar atau berbagi dengan rumah tangga lain
- Sumber penerangan rumah tangga bukan listrik
- Sumber air minum berupa sumur, mata air tidak terlindung, sungai atau air hujan
- Bahan bakar untuk masak berupa kayu bakar, arang atau minyak tanah
- Konsumsi daging/ayam per minggu satu kali atau tidak mengkonsumsi
- Pembelian pakaian baru setiap anggota rumah tangga dalam setahun sebanyak satu stel atau tidak membeli
- Frekuensi makan dalam sehari untuk setiap anggota rumah tangga adalah 1 kali atau 2 kali
- Tidak mampu membayar untuk berobat ke Puskesmas/Poliklinik
- Lapangan pekerjaan utama kepala rumah tangga adalah petani dengan luas lahan kurang dari 0,5 Ha, buruh tani, nelayan, buruh angunan, buruh perkebunan, atau pekerjaan laing dengan pendapatan rumah tangga kurang dari Rp.600 ribu per bulan
- Kepala rumah tangga memiliki tingkat pendidikan tidak sekolah, tidak tamat SD atau tamat SD
- Pemilikan asset / harta bergerak / harta tidak bergerak, tidak mempunyai tabungan atau barang yang mudah dijual dengan nilai kurang dari Rp.500 ribu seperti sepeda motor, emas, perhiasan, ternak, kapal/perahu motor atau barang modal lainnya.
Kategori-kategori dalam penentuan penerima BLT adalah:
- Sangat Miskin : memenuhi 14 variabel kemiskinan
- Miskin : memenuhi 11-13 variabel kemiskinan
- Hampir miskin : memenuhi 9-10 variabel kemiskinan
- Tidak layak menerima BLT : memenuhi ≤8 variabel kemiskinan
Indikator tingkat kesejahteraan keluarga BKKBN adalah sebagai berikut:
(1) Keluarga Pra Sejahtera (Sering dikelompokkan sebagai “Sangat Miskin”)
Belum dapat memenuhi salah satu atau lebih indikator yang meliputi:
a. Indikator Ekonomi
- Makan dua kali atau lebih sehari
- Memiliki pakaian yang berbeda untuk aktivitas (misalnya di rumah, bekerja/sekolah dan bepergian)
- Bagian terluas lantai rumah bukan dari tanah
b. Indikator Non-Ekonomi
Melaksanakan ibadah
Bila anak sakit dibawa ke sarana kesehatan.
(2) Keluarga Sejahtera I (Sering dikelompokkan sebagai “Miskin”)
Adalah keluarga yang karena alasan ekonomi tidak dapat memenuhi salah satu atau lebih indikator meliputi:
a. Indikator Ekonomi
- Paling kurang sekali seminggu keluarga makan daging atau ikan atau telor
- Setahun terakhir seluruh anggota keluarga memperoleh paling kurang satu stel pakaian baru
- Luas lantai rumah paling kurang 8 m untuk tiap penghuni
b. Indikator Non-Ekonomi
- Ibadah teratur
- Sehat tiga bulan terakhir
- Punya penghasilan tetap
- Usia 10-60 tahun dapat baca tulis huruf latin
- Usia 6-15 tahun bersekolah
- Anak lebih dari 2 orang, ber-KB
(3) Keluarga Sejahtera II
Adalah keluarga yang karena alasan ekonomi tidak dapat memenuhi salah satu atau lebih indikator meliputi:
- Memiliki tabungan keluarga
- Makan bersama sambil berkomunikasi
- Mengikuti kegiatan masyarakat
- Rekreasi bersama (6 bulan sekali)
- Meningkatkan pengetahuan agama
- Memperoleh berita dari surat kabar, radio, TV, dan majalah
- Menggunakan sarana transportasi
(4) Keluarga Sejahtera III
Sudah dapat memenuhi beberapa indikator, meliputi:
- Memiliki tabungan keluarga
- Makan bersama sambil berkomunikasi
- Mengikuti kegiatan masyarakat
- Rekreasi bersama (6 bulan sekali)
- Meningkatkan pengetahuan agama
- Memperoleh berita dari surat kabar, radio, TV, dan majalah
- Menggunakan sarana transportasi
Belum dapat memenuhi beberapa indikator, meliputi:
- Aktif memberikan sumbangan material secara teratur
- Aktif sebagai pengurus organisasi kemasyarakatan.
(5) Keluarga Sejahtera III Plus
Sudah dapat memenuhi beberapa indikator meliputi:
- Aktif memberikan sumbangan material secara teratur
- Aktif sebagai pengurus organisasi kemasyarakatan.
4.4. Agama
Berdasarkan komposisi penduduk menurut agama yang dipeluk, sebagian besar penduduk memeluk agama Islam yaitu sebanyak 90,98%. Penduduk selebihnya memeluk agama Protestan (4,07%), Kristen (3,14%), Budha (1,21%) dan Hindu (0,60%). Komposisi penduduk berdasarkan agama yang dipeluk diolah dari Kompilasi Data untuk Penyusunan RTRW Kota Tangerang Selatan. Karena ada ketidakcocokan antara jumlah total penduduk yang ada dalam Kabupaten Tangerang Dalam Angka Tahun 2007/2008 yang digunakan sebagai acuan, angka yang digunakan adalah angka persentase dan bukan angka absolut dengan asumsi bias tersebar ke dalam semua kelompok data.
Sarana peribadatan yang tersedia untuk para pemeluk agama adalah mesjid sebanyak 436 buah, langgar/mushola 1.268 buah, gereja 42 buah, vihara/kuil 7 buah. Pondok pesantren berjumlah 24 buah dengan 66 orang kiai dan 295 orang ustadz serta 4.405 orang santri.
4.5. Pariwisata
Fasilitas olah raga dan rekreasi yang terbanyak adalah berupa lapangan bulutangkis sebanyak 43 buah dan lapangan sepakbola sebanyak 41 buah. Selain itu juga terdapat 11 mal dan 125 rumah makan.
Tabel 4.1.1
Komposisi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan Menurut Kecamatan
Kota Tangerang Selatan
2008
Tabel 4.1.2
Jumlah Sekolah, Ruang Kelas Dan Ruang Kelas Rusak
Kota Tangerang Selatan
Tahun 2008
Tabel 4.1.3
Angka Partisipasi Kasar (APK)
Angka Partisipasi Murni (APM)
Menurut Kecamatan
Kota Tangerang Selatan
2008
Piramida 4.2.1
Jumlah dan Presentase KEadaan Gizi Balita Yang
Ditimbang Menurut Kecamatan
Kota Tangerang Selatan
Tahun 2007
Gambar 4 .1.
Persentase keadaan gizi Balita yang ditimbang pada tahun 2007
Tabel 4.2.2
Data Terkait Kesehatan Ibu Pada 10 (Sepuluh) Pukesmas
Kota Tangerang Selatan
Tahun 2009
Tabel 4.2.3
Data Terkait Kesehatan Keluarga Miskin 10 (Sepuluh) Pukesmas
Kota Tangerang Selatan
Tahun 2009
Tabel 4.2.4
Jumlah Lansia Sasaran di Wilayah Pukesmas dan Panti
Kota Tangerang Selatan
Tahun 2009
Tabel 4.2.5
Jumlah Prasarana Kesehatan Menurut Kecamatan
di Kota Tangerang Selatan
Tahun 2009
Tabel 4.2.6
Jumlah Tenaga Kesehatan Pada 10 (Sepuluh) Pukesmas
Kota Tangerang Selatan
Tahun 2009
Tabel 4.2.7
Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)
dan
Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu)
Di Wilayah 10 (Sepuluh) Pukesmas Kota Tangerang Selatan
Tahun 2009
Tabel 4.3.1
Jumlah Petugas Keluarga Berencana Menurut Kecamatan
di Kota Tangerang Selatan
Tahun 2007
Tabel 4.3.2
Jumlah institusi dalam Kegiatan Keluarga Berencana
Menurut Kecamatan
Kota Tangerang Selatan
Tahun 2007
Tabel 4.3.3
Jumlah
Peserta KB Baru Berdasarkan
Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan
Non Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (Non MKJP) Menurut Kecamatan
Kota Tangerang Selatan
Tahun 2007
Tabel 4.3.4
Jumlah
Peserta KB Aktif Berdasarkan
Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan
Non Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (Non MKJP) Menurut Kecamatan
Kota Tangerang Selatan
Tahun 2007
Tabel 4.3.5
Jumlah Panti Sosial Menurut Jenis
dan Kecamtan
di Kota Tangerang Selatan
Tahun 2007
Tabel 4.3.6
Jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Menurut Kecamatan
di Kota Tangerang Selatan
Tahun 2007
Tabel 4.3.7
Jumlah Potensi dan Sumberdaya Kesejahteraan Sosial Menurut Kecamatan
di Kota Tangerang Selatan
Tahun 2007
Tabel 4.3.8
Jumlah Keluarga Berdasarkan Tingkat Kesejahteraan Menurut Kecamatan
Kota Tangerang Selatan
Tahun 2007
Tabel 4.3.9
Penerima Bantuan LAngsung Tunai (BLT) Menurut Kecamatan
Kota Tangerang Selatan
Tahun 2008
Tabel 4.3.10
Penerima Bantuan LAngsung Tunai (BLT) Menurut Desa
Kota Tangerang Selatan
Tahun 2008
Tabel 4.4.1
Komposisi Penduduk Berdasarkan Agama Yang
Dipeluk Menurut Kecamatan
Kota Tangerang Selatan
2008
Tabel 4.4.2
Jumlah Fasilitas
Peribadatan Menurut Jenis dan Kecamatan
di Kota Tangerang Selatan
Tahun 2007
Tabel 4.4.3
JumlahPondok Perantren, Kiai/Ustadz dan Santri Menurut Kecamatan
Kota Tangerang Selatan
Tahun 2007
Tabel 4.5.1
Jumlah Fasilitas Olah Raga dan Rekreasi Per Kecamatan
di Kota Tangerang Selatan
Tahun 2008
Tabel 4.5.2
Jumlah Rumat Makan dan Counter Menurut Kecamatan
di Kota Tangerang Selatan
Tahun 2007

Kondisi Geografis | Pemerintahan | Kependudukan | Sosial | Pertanian
Infrastruktur dan Pemukiman | Industri | Pendapatan Regional
|
|