Left banner Right Banner
Sekilas Kota Tangerang Selatan
map

Kompilasi Data Awal


 
Layanan OnLine
Agenda
SKPD dan Kecamatan
 
Umpan Balik
Buku Tamu
Forum Diskusi
 
Counter
Anda Adalah Pengunjung
 
 

Kondisi Geografis | Pemerintahan | Kependudukan | Sosial | Pertanian
Infrastruktur dan Pemukiman | Industri | Pendapatan Regional

Pendapatan Regional

8.1. Perkembangan PDRB
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Kota Tangerang Selatan pada tahun 2007 adalah sebesar Rp.5.256.882,05 Juta, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan adalah sebesar Rp.2.768.787,17 Juta. Dengan jumlah penduduk pertengahan tahun 2007 mencapai 1.042.682 orang, PDRB per kapita adalah sebesar Rp.5,042 Juta. Perkembangan PDRB Kota Tangerang Selatan cenderung menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun demikian juga dengan PDRB per kapita. Pada tahun 2007, laju pertumbuhan ekonomi (LPE) adalah sebesar 6,51%. Pada tahun 2003, PDRB per kapita atas dasar harga konstan adalah sebesar Rp.863.517 sedangkan pada tahun 2007 adalah sebesar   Rp.1.042.682.
Kecamatan yang memberikan kontribusi paling besar adalah Ciputat Timur yaitu sebesar  Rp.1.678.739,29 Trilyun atau 31,93% dari total PDRB sedangkan yang terkecil adalah Setu dengan Rp.71.045,74 Trilyun atau 1,35%.
8.2. Struktur Ekonomi
Berdasarkan data PDRB tahun 2007, struktur ekonomi Kota Tangerang Selatan didominasi oleh sektor lapangan usaha pengangkutan dan komunikasi (30,29%) dan perdagangan hotel dan restoran (26,81%). Sektor lain yang juga memberikan kontribusi cukup besar adalah jasa-jasa (17,39%) dan bank, persewaan dan jasa perusahaan (15,40%). Lima sektor lain masing-masing memberikan kontribusi di bawah 10%. (Gambar 8.1)
Struktur ekonomi tersebut menunjukkan bahwa perekonomian Tangerang Selatan didominasi oleh sektor tersier, yaitu pengangkutan dan komunikasi;  perdagangan hotel dan restoran; jasa-jasa; dan bank, persewaan dan jasa perusahaan, yang memberikan kontribusi hampir 90%. Sektor sekunder (industri pengolahan; listrik, gas dan air bersih; dan konstruksi) memberikan kontribusi 8,76%, dan sektor primer (pertanian; pertambangan dan penggalian) hanya memberikan kontribusi kurang dari 2%. Jika dilihat kecenderungan sejak tahun 2004 hingga tahun 2007, sektor primer dan sekunder mengecil kontribusinya secara signifikan sedangkan sektor tersier meningkat kontribusinya.

Tabel 8.1
Produk Domestik Regional Bruto
A.D.H Berlaku Menurut Kecamatan dan Lapangan Usaha
Tahun 2007 (Juta Rupiah)
Tabel 8.2
Distribusi Produk Domestik Regional Bruto
A.D.H Berlaku Menurut Kecamatan dan Lapangan Usaha
Tahun 2007 (Juta Rupiah)
Gambar 8.1.
Struktur ekonomi berdasarkan PDRB atas dasar harga
berlaku tahun 2007
Tabel 8.3
Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto
A.D.H Konstan 2000 Menurut Kecamatan
Tahun 2004 - 2007 (Juta Rupiah)
Gambar 8.2.
Perkembangan nilai PDRB Atas Dasar Harga Konstan
Tahun 2000 Tahun 2004 – 2007
Tabel 8.4
Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto
A.D.H Berlaku Menurut Kecamatan
Tahun 2004 - 2007 (Juta Rupiah)
Tabel 8.5
Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto per Kapita
A.D.H Berlaku Menurut Kecamatan
Tahun 2004 - 2007 (Juta Rupiah)
Tabel 8.6
Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto
A.D.H Berlaku Menurut Lapangan Usaha
Tahun 2003 - 2007 (Juta Rupiah)
Tabel 8.7
Perkembangan Distribusi Produk Domestik Regional Bruto
A.D.H Berlaku Menurut Lapangan Usaha
Tahun 2003 - 2007 (Juta Rupiah)


Kondisi Geografis | Pemerintahan | Kependudukan | Sosial | Pertanian
Infrastruktur dan Pemukiman | Industri | Pendapatan Regional
 
     
Info
  Pengumuman Penerimaan Calon Praja IPDN Tahun Ajaran 2010/2011