Pilihan Bahasa ID | EN

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: include(menu2.php) [function.include]: failed to open stream: No such file or directory

Filename: core/header.php

Line Number: 73

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: include(menu2.php) [function.include]: failed to open stream: No such file or directory

Filename: core/header.php

Line Number: 73

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: include() [function.include]: Failed opening 'menu2.php' for inclusion (include_path='.:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php')

Filename: core/header.php

Line Number: 73

Tanggal : 2014-08-20 19:38:12

Batik Pondok Aren, Dikenal dan Ekspansi ke Pasar Dunia

Kamis, 31 Januari 2013 | 16:00 WIB

Pondok Aren, Web Tangsel - Kain batik telah lama menjadi warisan budaya Indonesia dan telah diakui dunia internasional. Di Kota Tangerang Selatan pun terdapat industri pengrajin batik etnik khas Banten yang pernah dipakai oleh sejumlah pejabat tinggi negara dan bahkan telah ekspansi ke luar negeri.

Bertempat di jalan H. Sarmah Nomor 46 RT 02/07 Kelurahan Pondok Kacang Timur Kecamatan Pondok Aren. Di lokasi produksi tersebut, Anda dapat melihat langsung selembar kain yang mulanya putih polos melalui goresan tangan pembatik mampu menghasilkan karya seni kain batik bernilai tinggi.

"Mulanya di tahun 1997. Pada waktu itu kebetulan prosesnya dari pengembangan budaya. Batik kan telah menjadi ciri khas negara kita," ungkap Nelty Fariza K, pemilik Batik Etnik Banten Sekar Purnama, kepada Web Tangsel, Jum'at, 25 Januari 2013.

Nelty menceritakan, bermula dari pameran yang dipusatkan di Higashi-Gotanda, Tokyo, hasil perpaduan desain, warna dan tema pada kain batik ciptaannya mampu menarik perhatian pengunjung. Kala itu kebanyakan dari kalangan diplomat asing dan keluarga istana kaisar Jepang. Dengan bangga dirinya memperkenalkan batik etnik khas Banten.

Tak cukup hanya di situ, Nelty pun terus mengikuti pameran dan mampu mengisi pasar dunia internasional. Seperti
Cina, Singapura, Malaysia hingga ke Amerika. Melalui momentum tersebut, wanita kelahiran Cirebon, 8 September 1962 ini mampu membuka mata dunia bahwa Indonesia memiliki sebuah produk unggulan berupa kain batin etnik.

Sejak saat itulah Nelty menjadi yakin jika batik yang dibuat dengan desain etnik daerah mampu dikenal. Beragam corak batik yang telah mengantongi lisensi khas Banten ini menggambarkan corak seni budaya masing-masing wilayah. Sebut saja, batik benteng yang menggambarkan masyarakat etnis cina di Kota Tangerang, batik Tigaraksa, motif tradisional Albantani, motif Krakatau Lereng Jawara memberikan khas senjata tradisional masyarakat Banten pada golok Ciomas.

"Semua motif diambil dari potensi hayati dan non hayati flora serta fauna. Ada motif badak ujung kulon, ayam wareng, motif anyaman bambu dan anggrek, serta rambutan parakan yang menjadi khas Tangerang Selatan," terang Nelty.

Desain hasil karya Nelty juga telah dipakai oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara. Duta besar negara-negara sahabat, para wakil rakyat di DPR dan MPR, Menteri dan Pejabat lainnya di acara MTQ Nasional XXII di Serang, Banten pada 2008 silam.

Pada setiap keikutsertaan dalam pameran skala nasional dan internasional, lanjut Nelty, selalu ditampilkan cara membuat batik tulis menggunakan perangkat yang dikenal dengan "malam dan canting". Para pengunjung pameran tak ketinggalan diajarkan bagaimana cara membubuhkan malam dengan menggunakan canting pada desain gambar yang telah disiapkan. Serta diterangkan proses selanjutnya, sehingga orang awam diharapkan mengerti dan dapat menghargai betapa kain batik yang diciptakannya merupakan produk seni yang unik.

Tak jarang, Nelty mengadakan atau diajak menggelar pelatihan-pelatihan mengenai batik dan pewarnaan. Pesertanya terdiri dari ibu-ibu PKK, para pemuda, pelajar dan mahasiswa. Seperti halnya kegiatan yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangerang Selatan pada pertengahan Desember 2012 lalu. Sekitar 100 orang kaum ibu diberikan pelatihan proses pembuatan batik.

"Kalau wisatawan mancanegara mencari cinderamata biasanya beli batik. Makanya saya ekspansi ke luar negeri ingin bawa nama Banten karena batik punya prestise (gengsi) dan branded. Indonesia sehingga mampu menjadi heritage (warisan) dunia. Banyak turis luar negeri yang sangat responsif, seperti Afrika yang baru-baru ini sudah mulai memesan batik Banten," jelas Nelty.

Berpegang pada filosofi budaya lokal yang harus dikembangkan, perempuan kelahiran Cirebon ini berupaya agar orang disekelilingnya mampu menjadi penghasil batik benteng. Upaya itu pun sudah dimulainya sejak tahun 2007 silam. Bekerjasama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian di Kabupaten Tangerang, Nelly berkesempatan menurunkan ilmunya kepada kaum perempuan. Pada setiap kecamatan terang Nelly menyiapkan sekitar 3-6 orang untuk dilatih membatik benteng.

"Harapannya mereka bisa dan akhirnya menjadi pengrajin juga. Budaya batik benteng harus terus dilestarikan," katanya.

Meski saat ini dirinya tinggal di Tangerang Selatan yang merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Tangerang, Nelly tidak berhenti berkreasi. Nelly kembali meuangkan niatannya untuk melestarikan budaya batik benteng di Tangerang Selatan. Untuk di wilayah Kota Tangerang Selatan, kata Nelly, dirinya saat ini sedang mengupayakan agar membatik menjadi salah satu ekstrakulikuler di dunia pendidikan. Tujuannya satu, yaitu menjadikan keterampilan batik benteng menjadi salah satu pilihan bagi anak didik sebagai usaha di usia kerja di masa mendatang.

"Saya inginnya ini menjadi ekstrakulikuler. Dan saat ini sudah ada pelajar yang ikut belajar membatik," terangnya.

Konsep ini diharapkannya menjadi salah satu batu loncatan agar wilayah Tangerang Selatan menjadi salah satu penghasil batik. Mengenang kampung halamannya Cirebon terang Nelly, pada setiap perkampungan, membatik menjadi salah satu mata pencaharian bagi para ibu-ibu.

"Sepuluh tahun ke depan saya ingin ada kampung batik di Tangerang. Entah itu di Tangsel atau Kabupaten Tangerang. Kampung itu nantinya akan menjadi penghasil batik benteng berkualitas. Dari segi pariwisata jelas menguntungkan dan dari segi perekonomian juga membantu warga," paparnya.(bpti-ts)

Copyright © 2011
Situs Resmi Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Dilindungi oleh Undang-undang.
Dikelola oleh Bagian Pengelola Teknologi Informasi Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
Email:info@tangerangselatankota.go.id