Left banner Right Banner
Sekilas Kota Tangerang Selatan
map

Kompilasi Data Awal


 
Layanan OnLine
Agenda
SKPD dan Kecamatan
 
Umpan Balik
Buku Tamu
Forum Diskusi
 
Counter
Anda Adalah Pengunjung
 
  News  
 
Pemkot Sidak Rumah Sakit

“Bahkan RS Internasional Bintaro tidak hanya dilengkapi insenerator, tetapi juga bekerjasama dengan swasta dalam pengelolaannya,” papar Rachman melalui telepon, kemarin.
Pemkot juga akan memfasilitasi kerjasama dengan pihak swasta dalam melakukan pengolahan limbah medis agar tidak membahayakan masyarakat dan lingkungan.
Selain RS, sidak juga akan dilakukan terhadap sepuluh puskesmas di wilayahnya.

“Kami akan sidak seluruhnya nanti,” tegasnya.
Kepala Bidang (Kabid) Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel, Fartmawati menyatakan Pemkot akan menandatangani kesepakatan kerjasama penanganan limbah medis dan bahan beracun dengan perusahaan swasta. "Kami akan melakukan kerjasama dengan pihak swasta dalam penanganan dan pengelolaan limbah medis tersebut,” terangnya.

Ketika disinggung apa nama perusahaan swasta itu, Fatmawati enggan untuk menyebutkannya. Menurutnya, perusahaan yang menangani sampah dan limbah medis itu akan mengelola limbahnya di wilayah Cikampek dan hal itu telah berjalan di wilayah lainnya seperti Jakarta. “Dia memberikan garansi keamanan dan kenyaman ko. Jadi tiodak perlu khawatir lagi,” tuturnya.

Fatmawati mengungkapkan, pemerintah hanya bertindak sebagai fasilitator. "Kerjasamanya antara swasta dengan swasta sedangkan sebagai reward dari itu kami meminta agar pihak swasta yang menangani limbah mau mengangkut juga limbah seluruh puskesmas di Kota Tangsel dengan gratis." Beber Fatmawati.

Diberitakan sebelumnya, pencemaran yang diakibatkan oleh limbah medis di Tangerang Selatan sudah mencapai taraf mengkhawatirkan. Limbah yang seharusnya dikelola dengan benar agar tidak membahayakan masyarakat, justru dibuang di tempat yang samasekali tidak memenuhi syarat. Kondisi itu sangat membahayakan mengingat limbah medis yang dibuang merupakan limbah infeksius.

Kepala Pusat Sumberdaya Manusia dan Lingkungan, Setyo Sarwanto, mengatakan sebagian besar pengelolaan limbah infeksius disamakan dengan limbah medis noninfeksius. Selain itu, kerap bercampur limbah medis dan nonmedis. Percampuran tersebut justru memperbesar permasalahan limbah medis.

Rata-rata, sambung Setyo, pengelolaan limbah medis di rumah sakit belum dilakukan dengan benar. Limbah medis memerlukan pengelolaan khusus yang berbeda dengan limbah nonmedis. Yang termasuk limbah medis adalah limbah infeksius, limbah radiologi, limbah sitotoksis, dan limbah laboratorium.(aen)

Sumber : Tangerang Tribun
 
 
 
Info
  Pengumuman Penerimaan Calon Praja IPDN Tahun Ajaran 2010/2011