Pilihan Bahasa ID | EN

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: include(menu2.php) [function.include]: failed to open stream: No such file or directory

Filename: core/header.php

Line Number: 73

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: include(menu2.php) [function.include]: failed to open stream: No such file or directory

Filename: core/header.php

Line Number: 73

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: include() [function.include]: Failed opening 'menu2.php' for inclusion (include_path='.:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php')

Filename: core/header.php

Line Number: 73

Tanggal : 2014-09-03 04:11:48

Damkar Kota Tangsel : Mengacu Pada Standar Pelayanan Minimal

Selasa, 15 Januari 2013 | 07:00 WIB

Bencana kebakaran dapat terjadi dan menimpa siapa saja. Langkah cepat dan tepat diperlukan guna meminimalisir kerugian materil dan korban jiwa. Kantor Pemadam Kebakaran Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pun terus berbenah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Data pada Kantor Pemadam Kebakaran Kota Tangsel menunjukkan, mayoritas kebakaran disebabkan terjadi hubungan arus pendek atau konsleting listrik. Data dua tahun terakhir menunjukkan ada peningkatan jumlah kejadian. Dimana pada tahun 2011, terjadi sekitar 50 insiden dan tahun 2012 terjadi 59 kali insiden. Tahun 2012, wilayah yang sering dilanda kebakaran berada di kawasan Kecamatan Pamulang dengan 17 kasus. Lalu, Kecamatan Pondok Aren dengan 12 kasus. Untuk Kecamatan Serpong Utara dengan 9 kasus, Kecamatan Serpong 8 kasus, Kecamatan Ciputat 6 kasus, Kecamatan Ciputat Timur 5 kasus dan Kecamatan Setu 2 kasus.
“Kebakaran merupakan peristiwa yang bisa menimpa siapa saja. Terlepas dari apa penyebab kebakaran, langkah cepat dan tepat untuk memadamkan api, jadi tugas utama kami,” kata Kepala Kantor Pemadam Kebakaran Kota Tangsel - Uci Sanusi.
Sesuai dengan regulasi Permendagri Nomor 62 Tahun 2008 tentang standar pelayanan minimal, petugas pemadam harus tiba 15 menit sejak menerima laporan. Mengacu pada regulasi ini, Kantor Pemadam Kebakaran Kota Tangsel pun sudah melakukan beberapa langkah. Mulai dari pembenahan infrastruktur dan peralatan Damkar hingga sosialisasi kepada masyarakat mengenai tata cara menjinakkan api sesuai dengan jenisnya.
Saat ini, Damkar Kota Tangsel memiliki 5 unit armada untuk menjinakkan api. Empat unit diantaranya mobil khusus untuk memadamkan api. Dari 4 unit mobil pemadam kebakaran, 3 diantaranya berkapasitas 3000 liter dan 1 unit berkapasitas 5000 liter. Selanjutnya Damkar juga memiliki 1 unit truk water suply dengan kapasitas 5000 liter. Bahkan di tahun 2013 ini, Kantor Damkar Kota Tangsel pun akan mendatangkan 1 unit water air suply dengan kapasitas 5000 liter air.
“Armada yang kami miliki memang masih jauh dari kata cukup. Namun, dengan peralatan yang ada, kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi warga untuk memadamkan api,” ujar Uci.
Khusus untuk personil, Damkar Kota Tangerang memiliki 65 orang tim regu. Ke 65 orang ini menjadi garda terdepan untuk melakukan pemadaman api. Dalam keseharian 65 orang ini bertugas bergantian untuk berjaga di posko menanti adanya laporan dari warga tentang adanya kebakaran.
Untuk memaksimalkan pelayanan, Kantor Damkar Kota Tangsel saat ini sedang berupaya menambah posko-posko baru di tiap wilayah manajemen kebakaran (WMK). Idealnya, di Kota Tangsel terang Uci terdapat minimal tujuh Posko WMK di 7 wilayah kecamatan yang ada. Keberadan posko di tujuh kecamatan untuk mempercepat petugas tiba di lokasi. Apalagi mengacu pada Permendagri nomor 62 tahun 2008 tentang standar pelayanan minimum yang mengharuskan petugas tiba paling lambat 15 menit di lokasi kebakaran, maka kebedaraan posko menjadi salah satu solusi.
Langkah menuju penambahan Posko WMK di Kota Tangsel pun sudah dilakukan. Saat ini tercatat ada dua posko WMK yang disiagakan. Pertama, Posko WMK yang berada satu kawasan dengan Kantor Kecamatan Ciputat. Selanjutnya, satu posko berada di kawasan Serpong Utara, yang mulai dioperasikan pada tahun 2013 ini. Di setiap posko nantinya akan disiagakan petugas pemadam kebakaran beserta peralatannya.
“Saat ini kami pun terus melakukan analisa untuk membangun posko WMK di setiap kecamatan. Termasuk juga mencari lahan. Pembangunan posko akan dilakukan bertahap disesuaikan dengan dana yang ada,” terang Uci.


Gencarkan Sosialisasi Pada Warga Cara Pemadam Api
Selain mempersiapkan personil yang handal untuk menjinakkan api, Kantor Pemadam Kebakaran Kota Tangsel pun memberlakukan sosialisasi kepada warga tentang tata cara memadamkan api. Langkah sosialisasi jadi instrumen terpenting mengingat, ada jeda waktu yang dibutuhkan sebelum unit Damkar tiba dilokasi. Dalam jeda waktu tersebut, warga sebagai instrumen terdepan diharapkan dapat ambil bagian dalam memadamkan api dengan cara-cara yang benar.
Sosialisasi Damkar dilakukan di 7 Kecamatan yang ada di Kota Tangsel. Dimana mayoritas peserta yang hadir merupakan kaum ibu dan pembantu rumah tangga. Ibu rumah tangga maupun pembantu rumah tangga dipilih dalam acara sosialisasi mengingat intensitas mereka lebih banyak di rumah. Atas itulah, mereka dinilai menjadi instrumen terpenting untuk melakukan pencegahan dini membesarnya api apabila terjadi kebakaran.
“Sosialisasi kami lakukan dengan harapan warga mengenal ciri api dan cara pemadaman yang efektif. Penekanan yang kami lakukan, jangan takut dengan api. Karena sebelum membesar masih ada langkah-langkah penjinakan yang dapat dilakukan dengan cepat dan efektif,” terang Uci.
Api dari sifatnya, dibedakan menjadi tiga kelas. Untuk kelas A, dikategorikan api yang muncul akibat dari terbakarnya kayu. Apabila ada kasus api dipicu akibat kayu yang terbakar maka penanggulangan pertama dapat menggunakan air sebanyak-banyaknya untuk memadamkan api sebelum menjadi besar. Kelas B, api dipicu dari konsleting arus pendek, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah memutus arus listrik dari MCB atau yang lebih dikenal dengan sebutan meteran listrik. Untuk api yang masuk kategori C, adalah percikan api yang berasal dari zat kimia atau oli dan sejenisnya. Untuk memadamkan api yang berasal dari zat kimia atau oli, dapat digunakan karung basah atau kain tebal yang dicelupkan ke air dan langsung di tempatkan menutupi sumber api.
“Ada langkah-langkah awal yang dapat dilakukan guna memadamkan percikan api sebelum membesar. Atas itulah sosialisasi terus kami gencarkan kepada masyarakat,” ujarnya sembari mengatakan, warga dapat menghubungi unit Pemadam Kebakaran Kota Tangsel di nomor 021.37391622 apabila terjadi kebakaran.(bpti-ts)

Alur Proses Petugas Menuju Lokasi Kebakaran Mengacu Permendagri 62 Tahun 2008

Copyright © 2011
Situs Resmi Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Dilindungi oleh Undang-undang.
Dikelola oleh Bagian Pengelola Teknologi Informasi Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
Email:info@tangerangselatankota.go.id