Pilihan Bahasa ID | EN

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: include(menu2.php) [function.include]: failed to open stream: No such file or directory

Filename: core/header.php

Line Number: 73

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: include(menu2.php) [function.include]: failed to open stream: No such file or directory

Filename: core/header.php

Line Number: 73

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: include() [function.include]: Failed opening 'menu2.php' for inclusion (include_path='.:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php')

Filename: core/header.php

Line Number: 73

Tanggal : 2014-09-17 16:29:45

Esensi Ibadah Ramadhan, Jujur Itu Sifat Terpuji dan Mulia

Minggu, 11 Agustus 2013, 10:55:00

SERPONG, WEB TANGSEL-Bertepatan dengan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1434 Hijriah, Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyelenggarakan shalat Ied di lapangan Kantor Walikota di Kecamatan Pamulang. Agenda rangkaian ritual dengan tema “Jujur Itu Sifat Terpuji dan Mulia” tersebut dilanjutkan dengan acara open house yang diikuti sejumlah pimpinan daerah dan masyarakat umum lainnya.

Walikota Tangerang Selatan - Airin Rachmi Diany, dalam sambutannya sebelum shalat Ied, mengutarakan banyak makna dan pesan terkandung dalam ibadah Ramadhan setelah sebulan penuh menahan hawa nafsu. Hakekatnya hari kemenangan ini bukan hanya sebuah kegiatan yang harus dijalani sebagai prosesi ritual dan ceremonial, tapi mengandung makna membentuk sifat individu yang memiliki peran positif dalam kehidupan bermasyarakat.

“Pertama, secara harfiahnya Idul Fitri dirayakan bahwa kita semua akan kembali kepada fitrah. Idul Fitri mengamanatkan kepada kita untuk senantiasa kembali kepada kesucian dan kemulian yang menjadi sifat dasar. Cermin dari kesucian ini adalah individu yang terhindar dari kesalahan, terbebas dari dosa dan kekhilafan,” utaranya, Kamis, 8 Agustus 2013.

Walikota Airin mengajak seluruh masyarakat untuk menerapkan rasa solidaritas yang tinggi. Hal ini ditandai dengan rukun Islam keempat yang dilakukan umat muslim setiap sebelum datangnya Idul Fitri, yakni membayarkan zakat fitrah. Melalui makna kedua, refleksi ini menjadi tanda bahwa seluruh umat dididik untuk bisa lebih peduli terhadap sesama.

“Kita semua sepakat, zakat fitrah bukan hanya merupakan derajat yang tinggi di hadapan Allah SWT, tapi juga menyimpan makna sosial yang mendalam. Zakat fitrah membawa kita menjadi makhluk sosial yang saling membutuhkan, peduli dan tolong-menolong,” ajak Walikota Airin.

Masih menurutnya, esensi ketiga yang terkandung dalam ibadah Ramadhan menyiratkan agar masyarakat mampu membawa arah perubahan yang lebih baik. Idul Fitri harus dilihat sebagai pembatas, di mana mereka yang telah melewati Ramadhan dan menjadi titik awal berubahnya individu dari sisi spiritual dimana prilakunya lebih baik dari sebelumnya.

“Jamaah shalat Ied yang dimuliakan Allah SWT, nilai-nilai di atas harus bisa memberikan kontribusi yang maksimal. Jika kita memiliki kesadaran, niat dan tekad yang sama untuk mengimplementasikannya dalam keseharian kita, bahwa apapun peran yang kita jalankan dalam masyarakat senantiasa menjaga akhlak, menghindari perbuatan yang merugikan orang lain dan menjaga tali silaturahmi,” ungkap Walikota Airin.

Sementara di tempat sama dalam khotbahnya, KH Moh Adnan Harahap, menyampaikan, salah satu prilaku terpuji dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW adalah sifatnya yang jujur. Karena sifat jujur itu adalah terpuji dan mulia dan hal ini harus menjadi pedoman seluruh umat dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.

“Mencari orang jujur itu sulit, tapi mencari orang kaya banyak. Pejabat banyak, orang pintar banyak, tapi mencari yang jujur itu amat susah. Sebetulnya semua orang di dunia ini ingin jadi terpuji dan mulia, sebenarnya gampang sekali,” terang KH Moh Harahap.

Umat bisa mencontoh sifat cahaya yang menebar kejujuran dan menuai kemakmuran. Jika manusia tidak jujur maka dapat dengan mudah ditawar dan inilah yang kerap terjadi di Indonesia. Sebab, bila masyarakat dan pemerintah juga jujur maka akan tersebarlah kemakmuran.

“Alangkah bahagianya jika masyarakatnya di Tangerang Selatan ini hidupnya teratur tanpa diatur. Kalau orang hidupnya sudah jujur maka keluar dari Tangerang Selatan juga akan teratur,” jelas Ketua Takmir di Masjid Istiqlal, Jakarta, ini.

Sementara shalat Ied berjamaah yang diikuti sedikitnya 1000 warga Kota Tangerang Selatan ini yang menjadi imam yakni Ustad Muhammad Fuad. Dipenghujung acara Idul Fitri, deretan panjang tampak turut mengikuti acara open house yang dilanjutkan dengan ramah tamah.(bpti-ts)



Copyright © 2011
Situs Resmi Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Dilindungi oleh Undang-undang.
Dikelola oleh Bagian Pengelola Teknologi Informasi Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
Email:info@tangerangselatankota.go.id