Pilihan Bahasa ID | EN

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: include(menu2.php) [function.include]: failed to open stream: No such file or directory

Filename: core/header.php

Line Number: 73

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: include(menu2.php) [function.include]: failed to open stream: No such file or directory

Filename: core/header.php

Line Number: 73

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: include() [function.include]: Failed opening 'menu2.php' for inclusion (include_path='.:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php')

Filename: core/header.php

Line Number: 73

Tanggal : 2014-08-23 06:34:26

Hemat Anggaran Dengan Free Open Source Software

Sabtu, 15 Maret 2013 | 09:30 WIB

 

web tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan menggelar workshop open source software, Rabu 13 Maret 2013. Kegiatan yang diprakarsai oleh Bagian Pengelola TI Kota Tangsel yang dihadiri oleh para Sekretaris SKPD ini bertujuan untuk memperkenalkan free open source software (FOSS) dan menerapkannya pada kegiatan perkantoran Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

“Aparatur Pemerintah diharapkan menjadi pelopor penggunaan open source di Kota Tangerang Selatan.” Demikian disampaikan oleh Assisten II bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Tangerang Selatan – Ahadi pada sambutan di acara pembukaan workshop tersebut.

Para pengguna software atau piransti lunak hanya perlu membiasakan diri ketika melakukan migrasi ke open source software karena pada dasarnya fitur-fitur yang ada pada software propietary (software berbayar / software yang harus dibeli), dimiliki pula oleh FOSS, tambah Ahadi.

Kegiatan workshop opensource yang menghadirkan narasumber dari PTIK-BPPT  (Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) – Wenwen Ruswendi, diawali dengan memberikan pemahaman terhadap FOSS dengan segala kelebihannya dan  membandingkan dengan software lainnya yang selama ini mendominasi digunakan pada kegiatan perkantoran baik pemerintah maupun swasta. Selanjutnya lap top setiap peserta yang hadir di-instal FOSS, untuk kemudian dilakukan praktek penggunaannya khususnya kegiatan perkantoran.

Kegiatan penggunaan komputer di perkantoran selama ini sistem operasinya didominasi oleh software produk microsoft seperti microsoft word, microsoft excel, microsoft power point, microsoft accsess, microsoft draw, microsoft equation, dan sebagainya. Sistem operasi dan software tersebut semuanya harus dibeli lisensi.

“untuk mengoperasikan 1 (satu) unit komputer yang dilengkapi microsoft windows XP Home dan microsoft office (word, excel, power point), paling tidak diperlukan anggaran Rp. 3.200.000. namun dengan menggunakan FOSS, tidak perlu mengeluarkan anggaran untuk menggunakan komputer, karena FOSS bisa diperoleh secara gratis” papar Wenwen memberi perbandingan.

Dengan  perhitungan tersebut bisa dibayangkan berapa anggaran yang dibutuhkan oleh Pemerintah Daerah apabila terdapat 40 SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dan masing-masing memiliki 10 unit komputer. 400 unit komputer dikalikan Rp.3.200.000, lanjut Wenwen.

Demikian tingginya anggaran yang dibutuhkan untuk belanja software tersebut, dalam perjalanannya menimbulkan praktek-praktek pembajakan atau penggunaan software secara ilegal. Berdasarkan “Studi Pembajakan Software Global 2010” oleh BSA dan IDC (sumber : http://www.infokomputer.com, Senin 16 Mei 2011);  87 %  komputer di Indonesia terinstal aplikasi ilegal, kerugian diperkirakan US$1,32 miliar. Dan trend-nya menunjukkan prosentasi pembajakan tersebut meningkat dari tahun ke tahun. Menurut data IDC, Indonesia merupakan negara terbesar ke-12 sebagai pembajak software (Okzone, 12 Mei 2009);

Mensikapi kondisi tersebut, Pemerintah telah mengambil langkah-langkah diantaranya mengeluarkan Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika nomor : 05/SE/M.KOMINFO/10/2005 tentang Pemakaian dan Pemanfaatan Penggunaan Piranti Lunak Legal di Lingkungan Instansi Pemerintah. Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor SE/01/M.PAN/3/2009 tentang Pemanfaatan Perangkat Lunak Legal dan Open Source Software (OSS)

Para pengguna FOSS juga tidak perlu khawatir karena segala fitur yang dimiliki oleh microsoft, dimiliki pula oleh FOSS. Pengguna FOSS hanya perlu membiasakan diri saja, kerana penamaan, pemberian simbol, berbeda dengan microsoft. “dan tentunya memang tidak akan sama, kalau sama yang namanya tidak berubah / tetap menggunakan microsoft yang harus berbayar”. Lanjut Wenwen.

“Kegiatan ini tidak akan berakhir di sini. Kegiatan ini merupakan langkah awal bagi gerakan Go Open Source Software (GOSS) di Kota Tangerang Selatan.” Ujar Aplahunnajat – Kepala Bagian Pengelola TI Setda Kota Tangerang Selatan.

BPTI akan memprakarsai GOSS di Kota Tangerang Selatan. Setelah diberi pemahaman tentang FOSS,  perangkat komputer milik SKPD di-instalisasi FOSS, dan dilakukan praktek FOSS, tentunya tidak ada lagi alasan untuk tidak menggunakan FOSS, mengingat FOSS ini Cuma-Cuma atau gratis.

“memang tidak bisa serta merta kita migrasi dari software berbayar Ke FOSS. Namun dengan adanya kemauan yang keras, saya harapkan program ini dapat berjalan di Kota Tangerang Selatan. Dan ini memerlukan komitmen yang kuat dari teman-teman pengguna software di setiap SKPD dan dukungan serta dorongan dari Pimpinan.” Tambah aplah.

Dalam perjalanannya nanti – dalam GOSS ini, Aplah menyadari akan muncul kendala atau hambatan. “kita akan membentuk semacam forum help desk yang akan membantu teman-teman di SKPD apabila menemukan kendala dalam penggunaan FOSS. Kita telah memiliki media on-line berbasis web untuk itu, yakni e-forum yang kami beri nama ‘Tengok Tangsel’ atau Tempat Ngobrol Kota Tangerang Selatan.” papar Aplah.

“ini merupakan bagian dari upaya Kami untuk mewujudkan Kota Tangerang Selatan yang cerdas dan modern. Kalau ada yang gratis, kenapa juga harus bayar ? kan – itu langkah cerdas kan ?” tutup Aplah.(bpti-ts)

(LAMPIRAN DATA KEMUDAHAN OPEN SOURCE)