Bapenda Buka Loket Layanan di Akhir Pekan


Posted by: Yudi Wibowo , 04 April 2017, 13:22:09

 

 

Bapenda Buka Loket Pelayanan di Akhir Pekan
 
SERPONG,WEB TANGSEL - Punya target Pemasukan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp300 miliar, Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tangerang Selatan buka loket pada hari Sabtu dan Minggu. Target ini meningkat dari pendapatan yang diperoleh Bapenda di 2016 sebesar Rp238 miliar.
 
Sebanyak 12 titik loket tersebar di seluruh kecamatan di Kota Tangerantg Selatan. Loket ini guna mempermudah akses masyarakat yang akan membayar Pajak Bumi Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
 
Kepala Bidang Pendapatan 2 Indri Sari Yuliandri mengungkapkan maraknya pemalsuan bukti pembayaran menjadi dasar pembukaan loket di akhir pekan ini. Jumlah pemalsuan yang banyak membuat Bapenda berusaha meminimalisir dengan cara membuka loket di tengah masyarakat.
 
”Dua belas titik loket ini disebar ke seluruh daerah yang ada di Kota Tangerang Selatan. Banyaknya ada di beberapa kawasan perumahan yang memang mudah diraih oleh para wajib pajak yang tidak punya banyak waktu di hari aktif kerja,” kata Indri usai memberikan materi pada Sosialisasi Pendistribusian SPPT PBB tahun 2017, di Restoran Remaja Kuring, Serpong, Kamis (30/3/2017).
 
Indri menambahkan 12 loket tersebut berada di Kantor Sekretariat RW09 Regensi Melati Mas, Relation Managemen Alam Sutra, Kelurahan Pakujaya, Kantor Kecamatan Pamulang, Kantor Bank Jawa Barat (BJB) Banten cabang Bintaro, dan lainnya. Loket tersebut akan buka dari pukul 08.00-14.00 siang. 
 
”Nanti ada petugas yang kita utus di sana untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang akan membayar PBB,” ujar Indri.
 
Kepala Bapenda Kota Tangerang Selatan Dadang Sofyan mengungkapkan pihaknya akan mempercepat pendistribusian yang SPPT PBB ini kepada masyarakat. Karena itu berbagai program akan dilakukan untuk mencapai target yang sudah ditetapkan. Pengadaan loket ini juga untuk menghidari kasus pemalsuan dokumen yang sering dilakukan oleh oknum tidak bertanggungjawab.
 
”Tahun 2015, ada wajib pajak yang membawa dokumen bukti pembayaran pajak. Namun datanya tidak terekam di kami. Akhirnya ketika diperkarakan ternyata mereka bayar melalui calo. Tentunya kita upayakan agar tidak adalagi kasus seperti ini,” kata Dadang.
 
Ditambahkannya maraknya kasus seperti itu, ia mengimbau kepada seluruh wajib pajak untuk membayar sendiri pajak yang tertanggung. 
 
”Karena sekarang sudah kita permudah dengan pembayaran melalui berbagai bank, seperti BJB, BCA dan bank lainnya,” ujarnya.
 
Sementara itu loket akhir pekan tersebut akan mulai dibuka per 1 April sampai akhir bulan September 2017.(kominfo,t3)