Program Pendidikan di Tangerang Selatan Fokus Kembangkan Teknologi dan Inovasi


Posted by: wartawan , 04 April 2017, 13:30:01

SETU, WEB TANGSEL - Pendidikan salah satu hal yang sangat di perhatikan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Untuk itu, perencanaan di bidang pendidikan harus terlaksana dengan baik dan benar.
 
Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel Taryono saat membuka Forum OPD di Graha Widya Bhakti Puspiptek, Setu, Tangsel pada Jumat, 24 Maret 2017.
 
“Kita menyadari ketika memiliki perencanaan harus bisa terlaksana dengan baik agar hasilnya pun maksimal. Perencanaan kita mengacu pada Visi Kota Tangerang Selatan, yaitu terwujudnya Kota Tangerang Selatan yang cerdas berkualitas berdaya saing berbasis teknologi dan inovasi,” umgkap Taryono.  
 
Maka pembangunan pendidikan dan kebudayaan di Kota Tangerang Selatan berpijak pada pemanfaatan teknologi dan inovasi. Pihaknya juga melaksanakan perencanaan berlandaskan pada misi Tangerang Selatan.  
 
“Kita akan mengembangkan pendidikan dan kebudayaan Kota Tangsel. Urusan kebudayaan digabung dengan urusan pendidikan. Ini sebagai  amanat, maka mulai tahun ini kita sudah merencanakan dan melaksanakan terkait dengan kebudayaan,” jelasnya.
 
Berangkat dari visi Tangerang Selatan, maka pengembangan pendidikan ke depan lebih difokuskan dalam rangka peningkatan pelayanan pendidikan. Pengembangan tersebut dicapai dengan program-program berbasis teknologi inovasi.
 
“Bagaimana kita mempersiapkan bahan mengajar secara elektronik. Kita menyiapkan program inovasi yang bisa melakukan pengawasan terhadap anak didik. Baik oleh orangtua maupun oleh guru,” terangnya.   
 
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangerang Selatan akan memberikan ranah lebih terhadap pendidik dan kependidikan. Dimana jika pendidik mengurus administrasi maka kita akan siapkan pelayanan secara online.  
 
“Maka mereka tidak akan menghabiskan banyak waktu untuk mengurus administrasi. Sehingga nantinya guru bisa lebih fokus mengajar muridnya,” jelas Taryono.
 
Sementara, Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany mengatakan banyak dikenal Musrenbang di tingkat Kecamatan dan Kelurahan yang bersifat bottom up. Dimana usulan tersebut berasal dari masyarakat kepada pemerintah.
 
“Sedangkan forum OPD ini sifatnya top down, Program dari atas yang harus diterjemahkan oleh OPD masing-masing tentu dengan mengacu pada indikator program dan target 2018,” ungkapnya.
 
Untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini mengerjakan urusan pendidikan dan kebudayaan. Berbeda dari tahun sebelumnya, kini kebudayaan masuk ke dalam Dinas Pendidikan. Program dan indikator harus jadi acuan. Rencana kegiatan yang sudah dirumuskan bersama harus bisa dikerjakan dengan baik.
 
“Buku tahun ini harus bisa terlaksana, tentunya kita sudah simpan di Bantuam Operasional Daerah (BOSDA). Pengalaman tahun lalu buku tidak bisa dilaksanakan karena kesalahan teknis, hal ini mengakibatkan kerugian bagi anak didik,” jelasnya.
 
Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) menjadi tanggungjawab Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Namun untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) sudah menjadi tanggungjawab Pemerintah Provinsi Banten. Namun, saya titip walaupun SMA sudah tanggungjawab Provinsi Banten namun kita harus tetap mengawasi mutu dan kualitas pendidikan SMA di Tangerang Selatan. (Diskominfo-ts1)