Kemenkes RI gelar Rapat Lanjutan tentang Simulasi Pandemi Influenza di Tangsel


CIPUTAT, WEB TANGSEL - Melanjutkan rapat pertemuan pada tanggal 5 Juni 2017 mengenai Persiapan Simulasi Pandemi Influenza, Kemenkes RI mengadakan Rapat pertemuan lanjutan tentang Penyusunan Rencana Operasi Kesiapsiagaan Pandemi Influenza yang berlangsung selama 2 hari yaitu pada tanggal 14 s/d 15 juni 2017 di Aula lt. 4 Balaikota Tangerang Selatan, Ciputat.

Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Walikota Tangerang Selatan, H. Benyamin Davnie; Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kemenkes RI, Dr. Ahmad Julianto; Kasubdit Ispa Kemenkes RI, Christina Widaningrum, M.Kes, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan kota Tangsel, Listya Windyarti serta perwakilan OPD, Polres dan Dandim yang terkait dengan simulasi tersebut.


Kasubdit ISPA pada Kemenkes RI, Christina Widaningrum, M.Kes dalam arahannya mengatakan bahwa Infeksi Saluran Pernafasan Akut terjadi salah satunya dikarenakan Influenza. Indonesia merupakan negara stategis hinggapnya pandemi influenza karena menjadi tempat pertukaran burung - burung liar dari utara ke selatan salah satunya di Provinsi Banten. Kasus flu burung pertama ialah terjadi di Tangerang pada tahun 2005 dan menjadikan Indonesia Indonesia menjadi penyumbang no.3 penyakit yang biasa disebut "Avian Flu" tersebut sehingga menurutnya kegiatan simulasi sangat perlu dilakukan. Diakhir arahannya, Christina berharap kegiatan yang dilaksanakan hari ini sampai dengan besok dapat tersusun dengan baik untuk simulasi pandemi yang akan dilaksanakan pada tanggal 18 - 26 September 2017 mendatang di Puspiptek, Kec. Setu.


Selain itu, Wakil Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie dalam sambutannya berharap kepada beberapa yang OPD yang terkait, kepolisian dan Dandim dapat mempersiapkan seluruh perencanaan dengan baik sehingga pelaksanaan simulasi pandemi influenza dapat terlaksana sesuai dengan rencana. Tidak lupa diakhir sambutannya, benyamin juga mengucapkan selamat bekerja dan apa yang telah dilaksanakan saat ini dapat menjadi pedoman bagi kegiatan dalam menghadapi episenter pandemi influenza khususnya di Kota Tangerang Selatan.(humas_kominfo)